Jika kamu berdoa untuk meminta sebuah hati yang tulus kepada Tuhan, apakah yang akan Ia beri? Apakah Ia langsung memberi hati yang tulus? Atau, Dia akan memberi kesempatan kepadamu untuk belajar mempunyai hati yang tulus?Pagi ini aku bangun dengan perasaan yang bisa dibilang nggak enak. Selain badan yang ngga mau diajak kompromi buat sembuh, ada perasaan yang mengganjal, kayak perumpamaan anak muda jaman sekarang : ngganjelnya kayak kolestrol nyumbat arteri. Nah, beruntung saya punya saudara yang bijak, yang langsung membabat perasaan ganjil ini dengan kalimat : "Yaelah kamu itu ya,sana doa biar tenang". Dari satu kalimat itulah awal dari sepotong curhatan ngga jelas ini (tolong diingat,ini sepotong besar).
Pernah nggak kalian berpikir untuk mempunyai hati yang tulus itu nggak mudah? Itu yang sedang kualami. Akhir-akhir ini pergumulan hidup banyak banget, dan aku sempat merasa tawar hati. Ngga bisa ngrasain apa-apa, dan itu sedikit menyakitkan. Tapi, pergumulan utamaku adalah bagaimana aku bisa tulus mengasihi seseorang. Orang-orang sering bilang, "kalo kita ngga dikasih timbal balik,atau kita rugi terus, buat apa dilanjut? buat apa kita jalanin hubungan yang ngga jelas?". Tapi, aku mau belajar melawan teori tersebut dengan satu sifat : tulus.
Seorang bijak pernah berkata "Jangan pernah memikirkan tentang apa yang akan kita dapat kalau kita memberi. Jangan berpikir take and give dulu. Yang harus kamu lakukan adalah,give. Teruslah memberi, biarpun itu hal yang susah, Suatu saat nanti, kamu akan mendapat sesuatu yang lebih kok". Dan dari orang ini, aku belajar untuk ngga melihat pamrih,tapi melatih hati yang tulus. Tapi, suatu saat, aku ngga bisa membaca keadaan dan itu membuatku jatuh dalam satu kesalahan. Orang yang aku kasihi, mengatakan kalo aku jahat. Sebelum itu,aku mengatakan unek"ku padanya dan kayaknya kata-kataku kurang enak buat dia. Nah, saat aku ngga tau kenapa hal itu bisa terjadi, seorang bijak lainnya berkata "Ngga semua orang sama. Kamu jangan memaksakan dia buat cerita sesuatu yang mungkin emang dia ngga mau cerita. Jangan,dia itu bukan kamu. Kamu ngga bisa seenak hati mengatur hidupnya" . Saudara bijak ini juga mengatakan kalo emang bener aku tulus mengasihinya, aku harus bener" sadar keadaannya yang ngga memungkinkan. Cinta nggak selalu memiliki. Tapi tunjukkan kalo selalu ada orang yang tulus mengasihinya. Sejak itu, aku berpikir, mungkin keadaan nggak adil buat aku, tapi selalu mengasihi, itu yang Tuhan mau.
Dan dari semua kejadian berminggu-minggu ini, semuanya bermuara pada satu doa yang pernah aku ucapkan pada Tuhan. Aku meminta hati yang tulus, dan seperti quotes diatas, apa yang akan Tuhan beri? Tuhan memberi kesempatan untuk melatih ketulusanku. Ngga cuman di satu hal,tapi pada semua hal.
Jadi,jika kalian meminta tentang sesuatu, pekalah terhadap jawaban Tuhan dan lingkungan sekitarmu. Karena Tuhan nggak langsung memberinya,tapi membentuk kalian lebih dulu supaya kalian siap menerimanya :)
Have a blessed day ! Tuhan memberkati kalian semua! :D
PS : God bless you too my dearest one :)
miss you ..




0 komentar:
Posting Komentar