Menurutku, perbedaan itu diciptakan untuk saling melengkapi. Imagine that all the people in this world are same one another. Mungkin ngga butuh waktu lama buat mati bosan karena semua serba sama. Perbedaan itu unik dan seru.
Mungkin buat sebagian orang perbedaan itu menyusahkan. Kita harus beradaptasi lagi kalo ketemu sama orang yang berbeda. Yah, itu tergantung penilaian masing-masing. Tapi ingat, segala sesuatu yang Tuhan ciptakan selalu punya maksud baik. Jadi, perbedaan itu indah.
Aku salah satu dari sekian orang yang terbiasa hidup di dalam perbedaan. Keluarga besarku tak semuanya punya latar belakang yang sama. Ada yang Muslim, ada yang Kristen, ada yang Katolik. Suku dan ras pun tak sama. Ada yang jawa, ada yang cina, ada yang makassar, ada yang batak. Aku sendiri nggak murni jawa, ada sedikit campuran belandanya. Tapi dikit ya,hahaha.
Dan suatu saat, aku bertemu dengan seseorang. Kalo boleh bilang, semua yang pernah aku ucapkan kepada Tuhan, ada padanya. Buat aku, dia adalah berkat. He's my mirror. Pandangan kami, keyakinan kami, dan semua hal-hal yang kami lakukan bersama sama dan menyenangkan. Hanya satu perbedaan besar yang ada pada kami. Kami berbeda ras. Buatku, itu ngga masalah mau dia cina atau bukan. Sama halnya dengan dia. Namun, perbedaan ini mungkin ngga bisa ditoleransi oleh keluarganya.
Ada seorang teman mengatakan "Bisa jadi berkat yang Tuhan beri ke kamu itu juga menjadi ujianmu." Dan mungkin benar, Tuhan ingin tau apa aku bisa bertahan dengan hal ini. Dan permasalahan ini sedikit membuka mataku dari sudut pandang yang berbeda. Aku nggak lagi terpatok pada etnosentrisme yang diturunkan dari orang-orang. Kadang aku mempertanyakan, apa yang salah pada kami? Kami seiman, tapi kenapa ras jadi lebih diutamakan diatas Tuhan? Tuhan tak pernah menyalahkan perbedaan suku maupun ras. Hingga satu pertanyaan timbul lagi didalam benakku. Kalau Tuhan menciptakan perbedaan untuk saling melengkapi dan memperindah hidup, kenapa manusia ciptaanNya sendiri nggak bisa menerima hal itu?
Masalah belum selesai. Kami tau ini masih bisa diperjuangkan, tapi resikonya sangat tinggi. Hubungannya dengan keluarganya bisa putus kalau dia dan keluarganya sama" ngotot. Dan seorang bijak pernah menasehatiku. "Tuhan bilang : kasihilah sesamamu seperti kamu mengasihi dirimu sendiri. Kita ngga boleh membeda-bedakan dalam mengasihi seseorang. Tapi ingat, ada firman : hormati orang tuamu. Kalau kamu mengasihinya, kamu harus menghormati orang tuanya."
Dan memiliki harapan yang sangat kecil itu tidaklah mudah. If you feel same like my story, just keep struggling with a right way. Tetaplah berdoa, karena Tuhan aja yang bisa ngubah segalanya. Dan, jangan berhenti berharap walaupun sakit. Itu yang namanya tulus :). Nah, kalo katanya David Archuleta di lagunya yang To Be With You :
I keep holdin' out for what I don't know
To be with you, just to be with you.
...
And when you're standin' here in front of me,
That's when I know that God does exist.
'Cause He will have answered every single prayer.
To be with you, just to be with you, yeah.
You....
That's when I know that God does exist.
'Cause He will have answered every single prayer.
To be with you, just to be with you, yeah.
You....




4 komentar:
"mengapa kita berbeda? | agar kita saling mengenal"
semoga lekas diberi jalan :)
campuran belanda pasti kulit itemnya ya ? :p
Mr. B
kasih link videonya dong, masa cuma kata2nya
http://www.youtube.com/watch?v=G2AHsfytKoE
Mr. B
iseng ah comment :p
Mr. B
Posting Komentar