Selasa, 31 Desember 2013

Kaleidoskop 2013

selamat akhir tahun !
nah,biasanya kan di liputan-liputan tv ada acara kaleidoskop gitu kan,nah ngga mau ketinggalan juga dong,saya punya beberapa sepatah dua patah kata buat 2013 :)

2013 membawa banyak kenangan buat aku. dari yang manis-manis sampe yang pahit-pahit. Apapun itu,semuanya dipakai Tuhan untuk membentuk kita kan :) sederet kenangan dan pelajaran hidup yang aku dapat selama ini :
  1. kakakku Anita binti Kunjotz binti Nyot-nyot binti Bakmi sudah lulus S2,suatu berkat yang luar biasa di tengah-tengah kesuntukan hidupnya. Wish all your wishes come true sis :) I'm really proud of her. Kebiasaannya ngebully aku dengan kata-kata "mbel gembel", "heh kamu ngga fokusan" "heh jomblo ngga fokus" atau semacam itu,ngga mengurangi kebijakannya sebagai kakak yang baik,yang tetep mengingatkan aku untuk dengar-dengaran firman Tuhan :) buat saudara-saudara sepupuku juga, mas Dedi dan mas Didit,suatu berkat kalau bisa kumpul sama kalian,bisa ngakak kepedesan bareng,merenungi kemalangan hidup bersama,dan mengakrabkan keluarga ditengah peliknya pergumulan kita. aku sayang kalian :D
  2. Papa dan Mama,maafkan anakmu yang tahun ini sok sibuk. Tahun depan aku bakal lebih sok sibuk lagi pak,mak,jadi mohon maaf sebesar-besarnya *sungkem* may God bless you always :) tetap berbuah di dalam Tuhan, dan bisa melihat kami bertumbuh dan berbuah lebat :)
  3. buat teman-teman transgenik saya,FF alias Forum Frontal yang terdiri dari Delo,Niki,Ika,Na,Ghani,Lucky,Mbud,Ivan,dan Ade ,yang nggak pernah kenal situasi kondisi kalo lagi ngegalau,makasi banyak yaaa sudah mau mendengar unek-unek saya selama separuh tahun lebih ini, ngasi motivasi tentang semuanya, karaokean bareng sampe tepar semuanya, kalian hebat :) sukses buat kuliah kita ! Bangun lagi tembok berlin di kelas kita ! *btw karena terbatasnya space yang ada di dalam foto kami karena badan kami besar-besar,intinya untuk menggambarkan kami cuman satu kata uda cukup. BESAR*
  4. teman-teman Efrata yang bertumbuh bersama,makasih sudah mau jatuh bangun bareng-bareng aku, tetap bertumbuh dan berbuah lebat dalam Kristus ya ! Semangat untuk melayani bersama :)



  5. Amel,sahabat sekaligus jadi saudaraku di kampus yang paling kece. Pemikiran kita yang sering sama, dan cuman butuh satu-dua kalimat buat nge-fix in apa yang kita pikirin itu idenya sama. Terus jadinya ketawa-ketawa nggak jelas haha. Dari natal kita yang "penuh warna",valentine yang lebih so sweet daripada couple yang sesungguhnya,ngerayain ulang tahun,sampe curhat gelap-gelapan. Miss that moment so much :) makasi sudah membantu selama ini Mel :D makin dewasa dalam Tuhan ya :)

  6. Renal, special person with special talents, yang sudah memberikan banyak warna sepanjang tahun ini, yang mengenalkan pandangan-pandangan baru dan berkembang bareng dalam Tuhan :) yang udah melewati banyak hal bersama,susah seneng,maaf ya kalo aku cerewetin mulu,semoga tetep sabar ngatasin bandelku hahaha :) I'm happy to see you growing so fast in Jesus :) keep your faith and thanks for your guidance !
 
dan masih banyak lagi orang-orang lain yang berpengaruh di tahun ini :) apapun yang telah terjadi,mau seberat apapun pergumulan yang kita alami,Tuhan selalu disamping kita :)

resolusi? lebih mendengarkan kehendak Tuhan saja :)
itu sekelumit kaleidoskop 2013ku,kalo aku tulis semua bisa jadi novel nanti hahaha. Selamat tahun baru :)

Rabu, 11 Desember 2013

A Cup of Honesty

sometimes honesty is the worst policy...
Begitu kata abang Adam Levine dkk di lagu The Man Who Never Lied. Sebuah kalimat yang mungkin bernada keluhan, tapi itulah yang sering terjadi. Ungkapan "Terkadang kejujuran itu menyakitkan" juga sering terjadi di keseharian kita.

Aku sendiri ngrasain gimana pahitnya suatu kejujuran. Rahasia-rahasia yang nggak pernah kamu tahu selama bertahun-tahun, tiba-tiba muncul di hadapanmu kayak tuyul abis nyolong duit. I was shocked. Berdasarkan survei dan pengalaman pribadi sih ya, kalimat yang biasanya keluar setelah itu adalah :"Kok bisa sih?" lalu "Ya Tuhan,kenapa harus gini?" dan kalo uda parah "It's unfair"

Pernahkah kalian berpikir,kenapa sih harus jujur? Jujur kan bisa menyakiti orang lain. Aku pernah terjebak dalam pemikiran "A Little White Lie", kebohongan kecil demi kebaikan. Tapi lama kelamaan, uda ngga jadi little lagi,tapi jadi big. Capek kan menyimpan semua sendiri? Berpura-pura kalo semua baik-baik saja, padahal nggak kayak gitu.

Aku sering menyesal karena kadang aku melukai orang dengan kejujuranku. Dan aku kadang merasa sakit hati juga karena kejujuran orang lain. Kejujuran itu rasanya seperti secangkir kopi. Kopi itu terkadang pahit, tapi ada yang sedikit manis dan menenangkan juga.

Aku dan seseorang yang menurutku sangat spesial pernah berkomitmen untuk jujur satu sama lain, meskipun itu pahit. Dan setelah kejujuran kami buka satu-satu, hubungan kami tak semudah awalnya. Tapi, aku sadar, itu adalah proses yang baik. Menyakitkan di awal justru lebih baik kan daripada menyakitkan di akhir?

Dan bagian yang paling nggak enak adalah, mengatakan perasaanmu yang sebenarnya, karena selalu kepikiran "Apa perasaan kayak gini bakal diterima? Apa nggak akan merubah keadaan jadi lebih baik? Apa aku bakal dibenci?" Dan itu yang sedang aku pergumulkan. Kamu nggak tau gimana mau ngomongnya, karena kesempatan yang kamu dapat amat sangat jarang terjadi, dan kondisi nggak pernah mendukung. Kalau kamu tetap melakukannya,itu akan memperburuk suasana. Itulah bagian paling susah dari kejujuran.

Well,if it happen, I think I need a cup of honesty in the middle of rain season. Kejujuran mungkin hal yang susah buat kalian, atau mungkin kalo kalian sudah melakukannya, itu bagus :) Yang penting adalah, jangan biarkan kejujuranmu mengalami outbreaks seperti makanan kadaluarsa. Tuhan tau semua tentang kamu lho, jadi buat apa bohong terus. Tindakannya emang susah sih,tapi ga ada salahnya kan buat dicoba? Silakan mencoba :D saya juga akan mencobanya, hehehe.
Gbu all :)

Rabu, 27 November 2013

A Sincere Heart : Sepotong Curhat di Pagi Mendung

Jika kamu berdoa untuk meminta sebuah hati yang tulus kepada Tuhan, apakah yang akan Ia beri? Apakah Ia langsung memberi hati yang tulus? Atau, Dia akan memberi kesempatan kepadamu untuk belajar mempunyai hati yang tulus?
Pagi ini aku bangun dengan perasaan yang bisa dibilang nggak enak. Selain badan yang ngga mau diajak kompromi buat sembuh, ada perasaan yang mengganjal, kayak perumpamaan anak muda jaman sekarang : ngganjelnya kayak kolestrol nyumbat arteri. Nah, beruntung saya punya saudara yang bijak, yang langsung membabat perasaan ganjil ini dengan kalimat : "Yaelah kamu itu ya,sana doa biar tenang". Dari satu kalimat itulah awal dari sepotong curhatan ngga jelas ini (tolong diingat,ini sepotong besar).

Pernah nggak kalian berpikir untuk mempunyai hati yang tulus itu nggak mudah? Itu yang sedang kualami. Akhir-akhir ini pergumulan hidup banyak banget, dan aku sempat merasa tawar hati. Ngga bisa ngrasain apa-apa, dan itu sedikit menyakitkan. Tapi, pergumulan utamaku adalah bagaimana aku bisa tulus mengasihi seseorang. Orang-orang sering bilang, "kalo kita ngga dikasih timbal balik,atau kita rugi terus, buat apa dilanjut? buat apa kita jalanin hubungan yang ngga jelas?". Tapi, aku mau belajar melawan teori tersebut dengan satu sifat : tulus.

Seorang bijak pernah berkata "Jangan pernah memikirkan tentang apa yang akan kita dapat kalau kita memberi. Jangan berpikir take and give dulu. Yang harus kamu lakukan adalah,give. Teruslah memberi, biarpun itu hal yang susah, Suatu saat nanti, kamu akan mendapat sesuatu yang lebih kok". Dan dari orang ini, aku belajar untuk ngga melihat pamrih,tapi melatih hati yang tulus. Tapi, suatu saat, aku ngga bisa membaca keadaan dan itu membuatku jatuh dalam satu kesalahan. Orang yang aku kasihi, mengatakan kalo aku jahat. Sebelum itu,aku mengatakan unek"ku padanya dan kayaknya kata-kataku kurang enak buat dia. Nah, saat aku ngga tau kenapa hal itu bisa terjadi, seorang bijak lainnya berkata "Ngga semua orang sama. Kamu jangan memaksakan dia buat cerita sesuatu yang mungkin emang dia ngga mau cerita. Jangan,dia itu bukan kamu. Kamu ngga bisa seenak hati mengatur hidupnya" . Saudara bijak ini juga mengatakan kalo emang bener aku tulus mengasihinya, aku harus bener" sadar keadaannya yang ngga memungkinkan. Cinta nggak selalu memiliki. Tapi tunjukkan kalo selalu ada orang yang tulus mengasihinya. Sejak itu, aku berpikir, mungkin keadaan nggak adil buat aku, tapi selalu mengasihi, itu yang Tuhan mau.

Dan dari semua kejadian berminggu-minggu ini, semuanya bermuara pada satu doa yang pernah aku ucapkan pada Tuhan. Aku meminta hati yang tulus, dan seperti quotes diatas, apa yang akan Tuhan beri? Tuhan memberi kesempatan untuk melatih ketulusanku. Ngga cuman di satu hal,tapi pada semua hal.

Jadi,jika kalian meminta tentang sesuatu, pekalah terhadap jawaban Tuhan dan lingkungan sekitarmu. Karena Tuhan nggak langsung memberinya,tapi membentuk kalian lebih dulu supaya kalian siap menerimanya :)
Have a blessed day ! Tuhan memberkati kalian semua! :D


PS : God bless you too my dearest one :)
miss you ..

Selasa, 08 Oktober 2013

Menunggu

Apa hal yang terlintas di kepalamu waktu denger kata "menunggu" ?
"menunggu itu membosankan"
"menunggu itu menghabiskan banyak energi"
"menunggu itu menyakitkan"
dan blah blah blah lainnya. Tapi,mungkin sedikit berbeda dengan apa yang ada di kepalaku. Dari dulu, aku terbiasa menunggu untuk hal-hal yang kecil. Dari yang nunggu diijinin pergi keluar, sampe nunggu dibeliin gitar. Termasuk hebat juga tuh yang nungguin gitar,mintanya kelas 2 SMP,baru dikasih pas kelas 3 SMA. See, hal-hal sepele itu aja nunggunya bertaun-taun. Jadi,uda terlatih banget buat menunggu :p hahaha

Semakin kamu bertumbuh dewasa, maka nggak makin gampang rintangannya. Terutama masalah menunggu. Contohnya : menunggu dosen, itu butuh kesabaran dan iman yang teguh buat nunggu dan kejar dosen sana sini. Ada lagi yang butuh kesabaran ekstra : nungguin bakteri tumbuh tanpa ada kontaminan. Itu lebih-lebih ekstra lagi kesabaran sama imannya.

Menunggu itu bukan berarti nggak ngapa"in. Buat aku pribadi, saat menunggu kita harus lebih peka, kapan kita melangkah dan kapan kita berhenti. Tapi kalo bener-bener lagi blank, kamu bakal nggak tau apa suatu hal itu disebut menunggu. Cuman ada 3 jawaban yang ada di option : Jalan, Tunggu, atau Berhenti. Jawaban bisa dateng dari mana aja,bahkan yang unexpected sekalipun. Saat kamu minta Tuhan ngasi petunjuk, Dia bisa pakai siapa saja buat "ngode" apa yang harus kita lakukan. Yang perlu kita lakukan cuman lebih berusaha lagi buat ngerti apa maunya Tuhan :)

Menunggu terkadang menyenangkan. kamu bisa melihat berbagai hal dengan lebih teliti. Orang yang berjalan dengan lambat, akan lebih belajar banyak hal, karena dia melihat lebih banyak. Jadi, menunggu tak selamanya membosankan dan menyakitkan. Temukan saja ritmenya, dan nikmati :)

Minggu, 22 September 2013

Berbeda

Pernahkah kamu berpikir, untuk apa Tuhan menciptakan manusia berbeda-beda satu sama lain?

Menurutku, perbedaan itu diciptakan untuk saling melengkapi. Imagine that all the people in this world are same one another. Mungkin ngga butuh waktu lama buat mati bosan karena semua serba sama. Perbedaan itu unik dan seru.

Mungkin buat sebagian orang perbedaan itu menyusahkan. Kita harus beradaptasi lagi kalo ketemu sama orang yang berbeda. Yah, itu tergantung penilaian masing-masing. Tapi ingat, segala sesuatu yang Tuhan ciptakan selalu punya maksud baik. Jadi, perbedaan itu indah.

Aku salah satu dari sekian orang yang terbiasa hidup di dalam perbedaan. Keluarga besarku tak semuanya punya latar belakang yang sama. Ada yang Muslim, ada yang Kristen, ada yang Katolik. Suku dan ras pun tak sama. Ada yang jawa, ada yang cina, ada yang makassar, ada yang batak. Aku sendiri nggak murni jawa, ada sedikit campuran belandanya. Tapi dikit ya,hahaha.

Dan suatu saat, aku bertemu dengan seseorang. Kalo boleh bilang, semua yang pernah aku ucapkan kepada Tuhan, ada padanya. Buat aku, dia adalah berkat. He's my mirror. Pandangan kami, keyakinan kami, dan semua hal-hal yang kami lakukan bersama sama dan menyenangkan. Hanya satu perbedaan besar yang ada pada kami. Kami berbeda ras. Buatku, itu ngga masalah mau dia cina atau bukan. Sama halnya dengan dia. Namun, perbedaan ini mungkin ngga bisa ditoleransi oleh keluarganya.

Ada seorang teman mengatakan "Bisa jadi berkat yang Tuhan beri ke kamu itu juga menjadi ujianmu." Dan mungkin benar, Tuhan ingin tau apa aku bisa bertahan dengan hal ini. Dan permasalahan ini sedikit membuka mataku dari sudut pandang yang berbeda. Aku nggak lagi terpatok pada etnosentrisme yang diturunkan dari orang-orang. Kadang aku mempertanyakan, apa yang salah pada kami? Kami seiman, tapi kenapa ras jadi lebih diutamakan diatas Tuhan? Tuhan tak pernah menyalahkan perbedaan suku maupun ras. Hingga satu pertanyaan timbul lagi didalam benakku. Kalau Tuhan menciptakan perbedaan untuk saling melengkapi dan memperindah hidup, kenapa manusia ciptaanNya sendiri nggak bisa menerima hal itu?

Masalah belum selesai. Kami tau ini masih bisa diperjuangkan, tapi resikonya sangat tinggi. Hubungannya dengan keluarganya bisa putus kalau dia dan keluarganya sama" ngotot. Dan seorang bijak pernah menasehatiku. "Tuhan bilang : kasihilah sesamamu seperti kamu mengasihi dirimu sendiri. Kita ngga boleh membeda-bedakan dalam mengasihi seseorang. Tapi ingat, ada firman : hormati orang tuamu. Kalau kamu mengasihinya, kamu harus menghormati orang tuanya."

Dan memiliki harapan yang sangat kecil itu tidaklah mudah. If you feel same like my story, just keep struggling with a right way. Tetaplah berdoa, karena Tuhan aja yang bisa ngubah segalanya. Dan, jangan berhenti berharap walaupun sakit. Itu yang namanya tulus :). Nah, kalo katanya David Archuleta di lagunya yang To Be With You :
I keep holdin' out for what I don't know
To be with you, just to be with you.
...
And when you're standin' here in front of me,
That's when I know that God does exist.
'Cause He will have answered every single prayer.
To be with you, just to be with you, yeah.
You....