Apa hal yang terlintas di kepalamu waktu denger kata "menunggu" ?
"menunggu itu membosankan"
"menunggu itu menghabiskan banyak energi"
"menunggu itu menyakitkan"
dan blah blah blah lainnya. Tapi,mungkin sedikit berbeda dengan apa yang ada di kepalaku. Dari dulu, aku terbiasa menunggu untuk hal-hal yang kecil. Dari yang nunggu diijinin pergi keluar, sampe nunggu dibeliin gitar. Termasuk hebat juga tuh yang nungguin gitar,mintanya kelas 2 SMP,baru dikasih pas kelas 3 SMA. See, hal-hal sepele itu aja nunggunya bertaun-taun. Jadi,uda terlatih banget buat menunggu :p hahaha
Semakin kamu bertumbuh dewasa, maka nggak makin gampang rintangannya. Terutama masalah menunggu. Contohnya : menunggu dosen, itu butuh kesabaran dan iman yang teguh buat nunggu dan kejar dosen sana sini. Ada lagi yang butuh kesabaran ekstra : nungguin bakteri tumbuh tanpa ada kontaminan. Itu lebih-lebih ekstra lagi kesabaran sama imannya.
Menunggu itu bukan berarti nggak ngapa"in. Buat aku pribadi, saat menunggu kita harus lebih peka, kapan kita melangkah dan kapan kita berhenti. Tapi kalo bener-bener lagi blank, kamu bakal nggak tau apa suatu hal itu disebut menunggu. Cuman ada 3 jawaban yang ada di option : Jalan, Tunggu, atau Berhenti. Jawaban bisa dateng dari mana aja,bahkan yang unexpected sekalipun. Saat kamu minta Tuhan ngasi petunjuk, Dia bisa pakai siapa saja buat "ngode" apa yang harus kita lakukan. Yang perlu kita lakukan cuman lebih berusaha lagi buat ngerti apa maunya Tuhan :)
Menunggu terkadang menyenangkan. kamu bisa melihat berbagai hal dengan lebih teliti. Orang yang berjalan dengan lambat, akan lebih belajar banyak hal, karena dia melihat lebih banyak. Jadi, menunggu tak selamanya membosankan dan menyakitkan. Temukan saja ritmenya, dan nikmati :)
Selasa, 08 Oktober 2013
Langganan:
Komentar (Atom)



