Hai hai,long time no see. Halo blog alay, please welcome me! Haha. It's been a while. I'm twenty two years old now! Sekilas baca blog ini, ada beberapa postingan yang aku hapus saking alaynya *padahal masih alay sampe sekarang. Yeah. I'm 22 but I still have the same habits. Masih suka terjaga apapun kegalauannya, masih suka kopi, dan masih suka alay haha. Terakhir aku nulis disini, aku masih umur 20 tahun. Halo Maya yang berumur 20 tahun, see me now. Mataku makin panda karena kerja shift~
Iyap. Now I'm working as a Quality Control in one of snack company. Hmm. Not good at all. Bulan depan aku resign dan harus jadi full job seeker, but it's okay :) aku mulai mengalami ruwetnya jadi dewasa, dari cari pekerjaan yang pas sampai gimana menilai orang-orang yang dekat dengan kita.
Pekerjaan. Aku merasa disentil sama postinganku sendiri jaman kuliah. "Orang yg berjalan lebih lama melihat lebih banyak". Yah, selama 5 bulan bekerja disini, aku merasa kurang nyaman. Dan selama 6 bulan itu aku tetep cari pekerjaan lain, tapi masih belum dapet panggilan sampai sekarang :") yang selalu aku pikirin "Kapan dapet panggilan? Ya Tuhan aku udah mulai nyerah lagi" Masih 5 bulan sih, tapi aku ngga bisa berada di suatu sistem yang nggak mendorongku untuk lebih berkembang sesuai passionku. Yap. finally, gue resign aja kali ya. Rela kok jadi job seeker lagi :')
Dan selama 5 bulan disini, Tuhan memprosesku banyak banget. Bagaimana aku harus menghargai setiap aku pulang kampung (disini aku 6 hari kerja, dan shift yang kadang ga pasti bikin jadwal pulang selalu keganggu). Jadi, 2 bulan awal kerja aku ga pernah pulang karena masih belum bisa ngatur waktu dan capek di jalannya. Homesick but it's okay lah, aku refreshing aja puter-puter Surabaya. Toh masih ada telp. Toh papa mama masih sering main ke Surabaya. Tapi satu momen mengubah semuanya. Eyang atau Nenek ku (ibunya mama) emang uda sakit"an, but that was the worst. Beliau minta pulang ke Malang dari Banyuwangi buat dirawat sama mama. Sampai akhirnya mama telpon dan bilang kalo Eyang masuk rumah sakit, keadaannya uda parah banget. Dalam hati langsung bilang "Eyang, jangan dulu, aku masih belum bisa pulang ke Malang sama sekali". Dan weekend itu juga, aku ngalahin semua ngantuk dan capekku buat pulang ke Malang, ngejenguk Eyang. Dua kali lah aku pulang ke Malang pas itu. Sedih banget Eyang ga ngenalin cucunya yang paling nyolot ini :'( Dan terakhir kali pas di rumah sakit, Eyang cuman nahan tangan sambil bilang "Nggi, aku haus. Minum nggi, aku wes gakuat maneh aku haus". Dokter ngelarang Eyang buat minum banyak soalnya takut something happen with her respiration. Makin ga tega, akhirnya aku pulang aja dan besoknya balik lagi buat kerja. Eyang ternyata divonis pneumonia akut dan sebenernya waktunya uda gak lama, tapi saudara" mama masih gak rela. Finally, waktu itu aku shift sore, paginya mama telpon kalau Eyang uda boleh pulang dan lagi dibawa ke rumah tante. Seneng dong, terus aku berangkat kerja. Dan malemnya jam 11, pas aku buka hp, mama missed call jam 7 malam. Nggak biasanya mama telpon pas tau aku lagi kerja. Kakak juga bbm, dan bener2 syok ngebukanya. Eyang uda gaada. Dan sejak saat itu, aku sangat menghargai kepulanganku ke Malang. Tiap jeda yang memungkinkan aku harus pulang. begitulah :")
Masalah hati? HAHAHA. yah. still single, like 5 years ago. Disini aku mengenal seseorang yang dulu aku gak akan ngira bisa deket. Yah, kadang doi nyebelin, tapi aku sangat menghargai tiap nasehatnya, terutama masalah pekerjaan. Udahlah, penasehat kerja dia mah haha. Yang awalnya cuma curhat dan have fun together, berujung aku baper :( but unfortunately, I have the same problem like 2 years ago. Perbedaan. dan dia yang mau, bukan kayak yang dulu gabisa karena ortu. Kata raditya dika di koala kumal : patah hati terhebat itu ketika elo gabisa nangis, tapi cuman bisa menghirup nafas dalam". dan pas tau si doi mau coba jalan sama pariban dan lain lainnya, cuman bisa tarik nafas dalem" dan gabisa nangis bombay selama seminggu lebih. wow. maya gak gembeng tapi sakit beneran lo gak dikeluarin, ibarat nahan kentut hahaha. ya begitulah, gausa dilanjut ceritanya yang ini nanti baper lagi ya haha.
Panjang ya? hehe kali aja aku posting lagi pas umurku uda 25. But, anything that happened in your life, keep give thanks :)
Rabu, 23 November 2016
Rabu, 05 November 2014
Life's Saturated Point
pernah terjebak dengan situasi jenuh? pastinya pernah kan. uap air aja bisa jenuh, apalagi manusia~
saat ini aku lagi ada dalam titik jenuh, dimana semua masalah bermuara pada satu hal : kesehatan batin. kejenuhan membuat semua hal terlihat sulit dan membebani pikiran, padahal kita tau, diluar sana ada banyak orang yang memiliki masalah yang jauuuhh lebih besar daripada kita. tapi balik lagi ke awal, don't try to be a naive person. ngga munafik, patah hati, kekecewaan, kekesalan, dan lain"nya bisa bikin elo jenuh untuk belajar menghadapi proses. yap. that's me now. pernah denger istilah "misery loves company"? yap, itu benar. masalah, kesusahan, serinngkali datengnya keroyokan. ketika aku belajar untuk mengikhlaskan sesuatu (yah atau mungkin seseorang hahaha), aku dikecewakan oleh pendapat seseorang yang sedikit pedas dan melukai hati. kenapa aku kecewa? karena orang lain belom tentu tau apa yang kita pikirkan, apa yang kita lakukan, tapi mereka men-judge kita dengan pemikiran" yang cuman dilihat dari satu sisi.
ketika aku merasa titik jenuhku mulai meningkat, aku tau itu ngga bener. someone must fix me. but who? bahkan orang-orang terdekatpun kadang ngga bisa memperbaiki kita. cuman Tuhan yang bisa. tapi dengan keadaan seperti itu, aku yakin ngga cuman aku, mungkin beberapa dari kita mengalami kesulitan untuk berdoa disaat semua perasaan yang buruk" itu ngumpul jadi satu di hati. dan setelah seharian merenung, aku buka" youtube dan coba merefresh pemikiranku.
video yang aku buka pertama adalah video dari Sujiwo Tejo yang judulnya Math : Finding Harmony in Chaos. seorang teman memberiku ini saat aku lagi galau dan sakit hati. sebabnya simpel. aku merasa apa yang aku beri selama ini, bentuk perhatianku, seperti ngga dihargai oleh orang yg aku sayang. didalam video itu, ditekankan kalo kita "pamrih" dengan kasih yang telah kita beri, itu namanya bukan kasih. kalo mau lebih jelas, searching aja yak di youtube hihihi. video kedua dari Louie Giglio, seorang pendeta yang juga merupakan peneliti. video ini tentang khotbahnya kalo seluruh alam ini juga menaikkan pujian buat Tuhan. deskripsinya simpel kan? mungkin ngga menggugah selera kalian buat membukanya, tapi percaya deh, video ini pernah mengubahkan hati seseorang yang sempat merasa "nggak beragama" karena saking tawar hatinya dia. dan sejak orang itu bersaksi ke aku, aku mulai membukanya setiap aku merasa jenuh ato tawar hati.
dari judul Math : Finding Harmony in Chaos, mungkin kita mikir gimana caranya matematika bisa bikin harmonisasi di dalam keruwetan. guys, semua keruwetan punya pola. dan pola itu dibentuk karena pada dasarnya matematika adalah persamaan. kalo matematika bisa melihat pola keruwetan, kenapa manusia ngga bisa menggunakan prinsip ini di dalam hidupnya? kenapa manusia sibuk mencari pertidaksamaan yang malah bikin makin ruwet? yah, aku mulai melihat akar keruwetanku adalah : tidak ikhlas. aku harus belajar ikhlasi, dan harus rela juga dihajar mati"an sampe aku tau apa itu ikhlas :) about Louie's video, jujur setelah ngelihat itu aku malah pengen travelling *loh. aku pengen merasakan, gimana rasanya memuji Tuhan bersama paus, bintang" di langit, bareng sama semesta lah intinya. sesuatu yang diciptakan Tuhan, yang kita ngga pernah tau gimana rasanya sampai kita melihatnya. sesuatu yang diciptakan sebagai bukti "nak, kurang sayang apa Aku sama kamu? Tempat tinggalmu, bumi, hasil karyaKu, aku ciptakan untuk kamu tinggali." something like that.
yah, manusia bisa lelah. itu wajar kok. tapi yang hebat adalah gimana cara kita recover dari kelelahan itu :) yuk sama" mencoba :) Tuhan memberkati :)
saat ini aku lagi ada dalam titik jenuh, dimana semua masalah bermuara pada satu hal : kesehatan batin. kejenuhan membuat semua hal terlihat sulit dan membebani pikiran, padahal kita tau, diluar sana ada banyak orang yang memiliki masalah yang jauuuhh lebih besar daripada kita. tapi balik lagi ke awal, don't try to be a naive person. ngga munafik, patah hati, kekecewaan, kekesalan, dan lain"nya bisa bikin elo jenuh untuk belajar menghadapi proses. yap. that's me now. pernah denger istilah "misery loves company"? yap, itu benar. masalah, kesusahan, serinngkali datengnya keroyokan. ketika aku belajar untuk mengikhlaskan sesuatu (yah atau mungkin seseorang hahaha), aku dikecewakan oleh pendapat seseorang yang sedikit pedas dan melukai hati. kenapa aku kecewa? karena orang lain belom tentu tau apa yang kita pikirkan, apa yang kita lakukan, tapi mereka men-judge kita dengan pemikiran" yang cuman dilihat dari satu sisi.
ketika aku merasa titik jenuhku mulai meningkat, aku tau itu ngga bener. someone must fix me. but who? bahkan orang-orang terdekatpun kadang ngga bisa memperbaiki kita. cuman Tuhan yang bisa. tapi dengan keadaan seperti itu, aku yakin ngga cuman aku, mungkin beberapa dari kita mengalami kesulitan untuk berdoa disaat semua perasaan yang buruk" itu ngumpul jadi satu di hati. dan setelah seharian merenung, aku buka" youtube dan coba merefresh pemikiranku.
video yang aku buka pertama adalah video dari Sujiwo Tejo yang judulnya Math : Finding Harmony in Chaos. seorang teman memberiku ini saat aku lagi galau dan sakit hati. sebabnya simpel. aku merasa apa yang aku beri selama ini, bentuk perhatianku, seperti ngga dihargai oleh orang yg aku sayang. didalam video itu, ditekankan kalo kita "pamrih" dengan kasih yang telah kita beri, itu namanya bukan kasih. kalo mau lebih jelas, searching aja yak di youtube hihihi. video kedua dari Louie Giglio, seorang pendeta yang juga merupakan peneliti. video ini tentang khotbahnya kalo seluruh alam ini juga menaikkan pujian buat Tuhan. deskripsinya simpel kan? mungkin ngga menggugah selera kalian buat membukanya, tapi percaya deh, video ini pernah mengubahkan hati seseorang yang sempat merasa "nggak beragama" karena saking tawar hatinya dia. dan sejak orang itu bersaksi ke aku, aku mulai membukanya setiap aku merasa jenuh ato tawar hati.
dari judul Math : Finding Harmony in Chaos, mungkin kita mikir gimana caranya matematika bisa bikin harmonisasi di dalam keruwetan. guys, semua keruwetan punya pola. dan pola itu dibentuk karena pada dasarnya matematika adalah persamaan. kalo matematika bisa melihat pola keruwetan, kenapa manusia ngga bisa menggunakan prinsip ini di dalam hidupnya? kenapa manusia sibuk mencari pertidaksamaan yang malah bikin makin ruwet? yah, aku mulai melihat akar keruwetanku adalah : tidak ikhlas. aku harus belajar ikhlasi, dan harus rela juga dihajar mati"an sampe aku tau apa itu ikhlas :) about Louie's video, jujur setelah ngelihat itu aku malah pengen travelling *loh. aku pengen merasakan, gimana rasanya memuji Tuhan bersama paus, bintang" di langit, bareng sama semesta lah intinya. sesuatu yang diciptakan Tuhan, yang kita ngga pernah tau gimana rasanya sampai kita melihatnya. sesuatu yang diciptakan sebagai bukti "nak, kurang sayang apa Aku sama kamu? Tempat tinggalmu, bumi, hasil karyaKu, aku ciptakan untuk kamu tinggali." something like that.
yah, manusia bisa lelah. itu wajar kok. tapi yang hebat adalah gimana cara kita recover dari kelelahan itu :) yuk sama" mencoba :) Tuhan memberkati :)
Langganan:
Komentar (Atom)



